Kamis, 28 April 2011

Ekonomi dan Kepemimpinan Indonesia di ASEAN Kamis, 28 April 2011 - 10:36 wib

Ekonomi dan Kepemimpinan Indonesia di ASEAN
Kamis, 28 April 2011 - 10:36 wib

Pada tanggal 5-8 April lalu, Indonesia menjadi tuan rumah salah satu hajatan penting negara-negara Asia Tenggara berupa ASEAN Finance Ministers Meeting (AFMM).

Kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian pertemuan negara-negara anggota ASEAN pada tahun 2011. Dalam peranan sebagai Ketua ASEAN periode 2011, Indonesia akan memimpin setiap pertemuan ASEAN di seluruh level, seperti ASEAN Summit, ASEAN Community Councils, dan pertemuan-pertemuan sektoral ASEAN setingkat menteri.

Posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2011 tentu memiliki nilai strategis tersendiri. Indonesia dapat memanfaatkan posisi itu untuk melibatkan diri secara aktif dalam berbagai forum kerja sama ekonomi global. Namun, pelibatan aktif dalam berbagai forum kerjasama ekonomi global harus dimaknai sebagai suatu upaya untuk mengokohkan posisi ekonomi Indonesia dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Lima Modal Penting

Agaknya bukan perkara sulit bagi Indonesia untuk dapat mewujudkan hal itu, terutama bila melihat lima modal penting yang dimiliki oleh Indonesia. Pertama, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 237,6 juta jiwa atau bertambah 32,5 juta dari sensus penduduk tahun 2000. Dari perspektif ekonomi fakta ini tentu menggambarkan bahwa Indonesia merupakan pasar besar dan potensial bagi negara-negara lain.

Kedua, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang cenderung lengkap ketimbang negara-negara ASEAN lain. Sejumlah komoditas utama di sektor pertanian dan pertambangan yang dikonsumsi negara-negara ASEAN berasal dari Indonesia.

Ketiga, Indonesia memiliki pengalaman penting dan berharga dalam menghadapi berbagai tantangan dan kendala, terutama saat diterpa krisis moneter pada kurun waktu 1997-1998. Pengalaman pahit ini telah menjadikan Indonesia jauh lebih matang dan siap dalam mengarungi lautan ekonomi global.

Keempat, keanggotaan Indonesia di berbagai forum kerja sama ekonomi global, terutama G20. G20 adalah forum resmi kerja sama ekonomi global pengganti Kelompok 8 (G8). Forum ini dibentuk untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dunia dengan memperkokoh fondasi keuangan internasional. G20 merupakan reperesentasi produk domestik bruto (PDB) dua per tiga penduduk dunia. Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang tergabung di dalam G20.

Kelima, pertumbumbuhan ekonomi Indonesia yang selalu positif dalam beberapa tahun terakhir sebagai buah keberhasilan mengelola ekonomi makro. Komite Ekonomi Nasional meyakini laju ekonomi Indonesia tahun 2011 akan jauh lebih cepat. Dengan kebijakan ekonomi yang tepat, perekonomian Indonesia tahun 2011 diyakini akan mampu tumbuh mencapai 6,4 persen. Tingkat konsumsi, investasi, dan ekspor akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara serentak.

Jika lima modal penting ini dapat difungsikan secara maksimal, maka bukan tidak mungkin kelak Indonesia akan mampu menjadi negara besar dengan pertumbuhan ekonomi mencapai dua digit sehingga mimpi untuk masuk ke dalam kelompok negara berkembang dan berpengaruh dalam perekonomian global (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan/BRICS) dapat tercapai.

Wacana memasukkan Indonesia dalam BRICS pertama kali diungkapkan Goldman Sachs pada tahun 2008. Goldman Sachs membuat daftar sejumlah negara seperti Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Meksiko, Nigeria, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, Turki, dan Vietnam dalam rangka mencari anggota BRIC baru. Kriteria yang digunakan adalah negara dengan stabilitas ekonomi makro, kematangan politik, keterbukaan perdagangan dan kebijakan investasi, dan kualitas pendidikan.

Pemimpin ASEAN

Sulit dimungkiri bahwa selama ini kepentingan negara-negara berkembang –tidak terkecuali negara-negara ASEAN– seringkali tersingkirkan akibat ketiadaan sosok negara pemimpin yang kuat. Keberadaan sosok pemimpin yang kuat memiliki arti penting guna membawa ASEAN untuk terlibat secara lebih aktif di tingkat global, seperti forum G20.

Di masa mendatang ASEAN harus memainkan peranan lebih aktif di tingkat global mengingat karakter tantangan ekonomi saat ini bersifat lintas negara sehingga memaksa negara-negara di dunia untuk menjalin kerja sama lebih erat. Berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat internasional pada tahun 2010 –seperti krisis keuangan, krisis energi, dan krisis pangan– menyiratkan satu pesan penting bahwa kerja sama multilateral kian memainkan peran penting bagi kelangsungan kehidupan ekonomi global pada tahun 2011.
Karena itu, posisi Indonesia sebagai pemimpin ASEAN tahun 2011 sudah seharusnya harus dapat difungsikan secara maksimal untuk mewujudkan itu. Sebagai pemimpin ASEAN, Indonesia harus mampu menjalin relasi secara intens dengan para pemimpin tinggi negara-negara maju dan para pemimpin lembaga-lembaga keuangan internasional. Kemampuan dan kecakapan dalam menjalin relasi inilah yang akan menjadi faktor penentu bagi keberhasilan Indonesia mengemban amanat sebagai Ketua ASEAN 2011.

0 komentar:

Posting Komentar